APA ITU SMART GOVERMENT
Kali ini saya akan membahas tentang Smart Goverment,Smart Government
merupakan salah satu elemen dasar yang harus dipenuhi untuk mewujudkan Smart
City. Secara umum, Smart Government adalah istilah yang merujuk pada
pengimplementasian ICT pada layanan publik di bidang pemerintahan secara
efektif. Sedangkan, Smart City selain mencakup administrasi pemerintahan juga
menangani layanan kesehatan, transportasi, pendidikan, dan sebagainya.
Pertanyaan seputar konsep penggabungan jalan keluar permasalahan layanan
administratif di masyarakat dengan teknologi sudah menjadi perbincangan hangat
di seluruh dunia sejak lama. Hal itu juga lah yang kemudian mendorong munculnya
istilah e‐government di masa lalu.
Kala itu, e‐government berfokus pada inisiatif supaya teknologi
dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas pelayanan publik.
Kemudian beberapa waktu setelahnya, implementasi e‐government
mulai terlihat dengan adanya pelayanan secara real‐time dan
lebih cepat di instansi‐instansi pemerintahan. Sayangnya,
kelemahan dari konsep e‐government adalah pelayanannya
bersifat eksklusif, artinya masih terpisah‐pisah untuk tiap layanan dan
instansi.
Dengan landasan e‐government yang sudah ada, maka
kemudian muncul versi pembaruan yang bernama Smart Government. Di dalam Smart
Government, pelayanan publik dilakukan secara terpusat, sistem pelayanannya
sudah terintegrasi. Dampaknya adalah sistem dalam Smart Government dapat
menopang dan menjamin kemudahan akses layanan secara efektif.
Dalam beberapa praktiknya di Indonesia sampai saat
ini, Smart Government memiliki nama dan integrasi sistem yang berbeda‐beda untuk tiap
daerah. Namun konsep yang dibawa sebenarnya sama, yaitu pada kemudahan
pelayanan publik dan perizinan. Contohnya Pemerintah Kota Surabaya dan
Kabupaten Sleman, melalui mesin bernama e‐Kios. Sistem e‐Kios adalah kios pelayanan publik yang bersifat real‐time dan satu pintu.
Melalui e‐Kios
masyarakat bisa mengajukan semua bentuk perizinan dan permohonan jasa publik
tanpa harus berpindah dari satu instansi pemerintah ke instansi lain. Hingga
April 2015, Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, mengatakan bahwa sudah ada 203 e‐Kios di seluruh
Surabaya.
Sedangkan di
Jakarta dan Bandung, selain kemudahan pelayanan publik dan perizinan, konsep
lain Smart Government‐nya adalah transparansi. Yaitu
mendekatkan masyarakat dengan pegawai pemerintahan. Pengaduan kepada pemerintah
dan pemberian reputasi kepada perangkat daerah dapat dilakukan secara langsung
melalui aplikasi online.
Beberapa kota tersebut juga mengintegrasikan Smart Government secara
langsung dengan aplikasi besar Smart City. Keseriusan Pemerintah Kota Bandung
dalam mewujudkan integrasi ini dibuktikan dengan dibangunnya Command Center,
pusat kendali untuk seluruh komponen Smart City termasuk Smart
Government.
Langkah serupa
juga segera diwujudkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.Pasca terwujudnya
Smart Government, berarti pemerintah daerah tidak lagi hanya berlomba dengan
daerah lain secara nasional dalam hal kualitas pelayanan publik, tetapi juga
secara global. Smart Government diarahkan supaya mampu membangun Smart City
yang ramah bagi semua orang.
Artinya, Smart Government harus mampu mempertahankan dan meningkatkan
kemudahan akses all‐in‐one. Tidak ada lagi kebingungan,
antri panjang di berbagai instansi pemerintahan, dan mengisi formulir kertas
berlembar‐lembar.
No similar posts
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)
No comments :
Post a Comment